Kakak Kaya, Doanya Selalu Terkabul Meski Malas Ibadah. Adiknya Alim Tapi Melarat, Ternyata

Makna antara dunia dan akhirat, terkadang membuat sebagian orang terkecoh. Antara dunia dan akhirat di persepsi bagai dua buah garis lurus sejajar dan tidak pernah bisa betemu di satu titik manapun. Padahal sungguh Allah SWT. Telah menyempurnakan penciptaan manusia dengan segala kebutuhannya.
Dunia dengan segala sifatnya yang materi, kasat mata, maka dunia tentu terlihat jelas oleh manusia. Keindahan-keindahan dan perhiasan-perhiasan yang melengkapi dunia, menjadi hal yang lebih mudah untuk menjadi tolak ukur kebahagiaan manusia, itu semua kerena manusia juga adalah materi, sehingga tidak bisa saling terpisahkan satu sama lain.
Ada nafsu yang di karuniakan Allah kepada manusia hanya untuk di kelola bukan untuk di puaskan. Maka tentu sukar bagi manusiauntuk membandingkan keindahan yang memuaskanitu dari dunia, dengan sesuatu yang sifatnya immateri, tak terlihat, ghaib sebagaimana alam akhirat.

Referensi pihak ketiga
Makna nafsu akan dunia dan akhirat dapat kita lihat dalam kisah dua adik kakak berikut, bagimana kisahnya ? Mari kita simak bersama ulasan kisahnya.
Dua laki-laki bersaudara bekerja di sebuah pabrik kecap dan sama-sama belajar agama Islam untuk sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka berjalan kaki mengaji kerumah gurunya yang jaraknya sekitar 10 KM dari rumah peninggalan orang tua mereka.
Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rezeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya untuk tetap menuntut ilmu agama. Lalu kemudian Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya tempat dia bekerja.
Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri, dan kemudian Allah pun mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik perangai. Kemudian berturut - turut sang Kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain dengan  itikad  supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do'anya itu.
Sementara itu sang adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana tinggal sendirian, rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan kakaknya. Seiring berjalannya waktu sang kakak seringkali sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, dan sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji ke rumah guru mereka sampai kemudian dia jatuh sakit.

Referensi pihak ketiga
Dan suatu saat sang kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya, dan dia teringat adiknya selalu membaca selembar kertas apabila dia berdo'a karena dia tau adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo'a. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do'a-do'anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla.
Sang adik tersenyum, dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya dan bersedia menasehatinya, dan dia kemudian mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.
Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do'anya tak pernah terkabul. Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid.
Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat dan ada kalimah di akhir do'anya:
 "Ya, Allah… tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuanMu Ampunilah aku dan kakakku, Kabulkanlah segala do'a kakakku… Bersihkanlah hatiku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku di dunia dan akhirat."
Sang kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak disangka ternyata adiknya tak pernah satu kali pun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya.
***
Sahabat UCers, orang-orang yang cinta akan dunia adalah mereka yang meletakkan kesukaan pada hal-hal materi di dalam hati sehingga sulit untuk di lepaskan, di tinggalkan dan dikeluarkan. Dan akan sulit bagi orang-orang yang cinta dunia untuk bersikap dermawan. Sedang orang yang tidak cinta duniawi, bukan berarti tidak memiliki materi, tidak memiliki kelebihan fisik materi. Akan tetapi ia justru memiliki segalanya, kekayaan materi sekaligus kekayaan hati yang membuatnya tidak meletakkan segala apa yang ada dalam genggamannya (dunia) di hatinya.
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca jangan lupa like and share, salam inspirasi.
Sumber: www.jiwasedekah.blogspot.com


0 Response to "Kakak Kaya, Doanya Selalu Terkabul Meski Malas Ibadah. Adiknya Alim Tapi Melarat, Ternyata"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel