Nama nama calon menteri prabowo beredar di medsos
Nama-nama calon menteri Prabowo Subianto-Sandiaga Uno jika menang Pilpres 2019 beredar.
Daftar nama menteri Prabowo itu viral di media sosial.
Sejumlah nama itu tertulis di kertas yang berisi tulisan tangan, diunggah melalui akun Twitter @jend_sudir atau Jenderal Sudirman pada 14 Februari 2019.
Foto tulisan itu tidak disertai keterangan bahwa itu daftar nama menteri kabinet Prabowo Subianto. Di situ tertulis nama orang dan nama jabatan setara menteri.
Bantah sudah menyusun
Dilansir dari CNN Indonesia, kubu Gerindra membantah sudah menyusun daftar nama menteri.
Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, membantah pihaknya sudah menyiapkan nama-nama untuk mengisi kabinet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno jika menang di Pilpres 2019.
Riza sendiri tertulis bakal menjadi menteri penanggulangan bencana.
"Itu enggak benar," tepis Riza sambil tertawa saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (15/2).
Dia menegaskan pihaknya maupun Prabowo sendiri belum pernah membahas mengenai nama-nama yang akan diberikan posisi menteri dan lembaga tinggi negara. Bahkan, lanjutnya, kriteria calon menteri yang ideal pun belum pernah dibicarakan.
Riza mengatakan pihaknya baru akan membahas nama-nama menteri jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan siapa pemenang Pilpres 2019. Itu pun setelah Badan Pemenangan Nasional (BPN) mengadakan syukuran terlebih dahulu.
"Nanti kalau sudah diputuskan oleh KPU. Menang. Kita sujud syukur dulu, syukuran dulu, evaluasi dulu, baru bicara ke depan. Sebelum bicara menteri, bicara program dulu," tutur Riza.
Berikut nama-nama calon menteri kabinet Prabowo Subianto-Sandiata yang tercantum dalam kertas tersebut:
1. Menteri Penerangan Ahmad Muzani (Gerindra)/Mardani Ali Sera (PKS) /Jansen Sitindaon (Demokrat)/ Gamal Albinsaid (independen)
2. Menteri Dalam Negeri Fadli Zon (Gerindra)
3. Menteri Energi dan sumber Daya Mineral EE Mangindaan (Demokrat)/IzmailMenteri Luar Negeri Fuad Bawazier (Gerindra)/Salim Segaf (PKS)
4. Menteri Pertahanan dan Keamanan Djoko Santoso (Gerindra)
5. Menteri Keuangan Fuad Bawazier (Gerindra)
6. Menteri Komunikasi dan Informatika Dahnil Anzar Simanjuntak / Tifatul Sembiring (PKS)
7. Menteri Penanggulangan Bencana Ahmad Riza Patria (Gerindra).
8. Menko Kemaritiman Hashim Djojohadikusumo / Edhy Prabowo (Gerindra)
9. Menteri Hukum dan Keamanan Budi Waseso (Polri)
10. Menteri Sekretaris Negara Dahnil Anzar Simanjuntak (independen)
11. Menteri Desa , pembangunan. Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Neno Warisman ( independen ) / Djan Faridz (PPP)
12. Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Thomas Djiwandono (Gerindra)
13. Menteri PUPR Rachland Nassidik (Demokrat)
14. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Viva Yoga / Mulfachri Harahap (PAN)
15. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris
16. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Mardani Ali Sera (PKS)
CNNIndonesia.com juga sudah menghubungi Thomas Djiwandono untuk mengonfirmasi kebenaran dirinya sebagai calon menko PMK. Namun, tidak merespons.
Hasil Survei Terbaru Setelah Debat
Penasaran, bagaimana hasil survei Pilpres 2019 terbaru setelah pelaksanaan Debat kedua Capres, Ahad atau Minggu (19/2/2019) malam.
Apakah pasangan Jokowi - Maruf Amin yang unggul atau malah pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno?
Untuk mengetahui lebih jelasnya, baca penjelasan soal hasil survei Pilpres 2019 terbaru setelah pelaksanaan Debat kedua Capres berikut ini.
Bagaimana Debat kedua Capres Jokowi vs Prabowo Subianto yang berlangsung pada Ahad malam mempengaruhi tingkat elektabilitas atau popularitas keduanya?
PoliticaWave merilis hasil survei terbaru popularitas capres di media sosial pasca Debat kedua Capres, Minggu (17/2/2019).
Elektabilitas pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno masih belum bisa menyalip Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin.
Melalui laman resminya, PoliticaWave menyajikan sejumlah survei setelah debat berlangsung.
Di antaranya 'Trend of Awarness', 'Candidate Electability', 'Share of Awarness', 'Share of Citizen', dan 'Sentiment'.
Elektabilitas Kandidat
Dalam kategori elektabilitas, pasangan 01 Jokowi - Maruf Amin masih mengungguli 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Di kategori ini, ditampilkan posisi kandidat dalam sentiment index (Pendapat atau perasaan dari konsumen yang dinyatakan di media sosial), EMSS (Earned Media Share of Voice by Sentiment, diukur dalam konteks kategori suatu produk).
Kemudian 'unique user' (Jumlah orang yang mempercakapkan tentang brand di media sosial, tetapi bukan jumlah percakapannya), dan Buzz (Buzz adalah percakapan yang terjadi atas suatu brand di media sosial).
Kandidat dapat dikatakan baik apabila memiliki sentimen index yang lebih besar daripada kandidat lain.
1. Jokowi - Maruf Amin
Net Sentimen: 677.511
EMSS: 44
Unique User: 198.403
Buzz: 1.286.533
2. Prabowo Subianto - Sandiaga Uno
Net Sentiment: 613.405
EMSS: 56
Unique User: 137.423
Buzz: 1.023.087
Trend of Awarness
Dalam kategori 'Trend of Awareness', Jokowi - Maruf Amin juga lebih unggul dari Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Kategori ini menampilkan jumlah Buzz pasangan calon selama seminggu terakhir, mulai dari 11-17 Ferbruari 2019.
Pasangan Jokowi - Maruf Amin mendapat angka 355.104.
Sedangkan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno atau 02 mendapat angka 325.133.
Share of Awarness
Sementara itu, dalam 'Share of Awareness', Jokowi - Maruf Amin unggul 55,7 persen (1.286.533).
Sedangkan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno memperoleh 44,3 persen (1.023.087).
Dalam kategori itu, ditampilkan persentase Buzz kandidat.
Share of Citizen
Selanjutnya, dalam kategori 'Share of Citizen', Jokowi - Maruf Amin unggul dengan perolehan 59,1 persen (198.403).
Sementara Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapat 40,9 persen (137.423).
Dalam ketegori tersebut, ditampilkan semua 'unique user'.
Sentiment
Terkahir, dalam hal sentimen, Jokowi - Maruf Amin memiliki angka 676.614 untuk sentimen positif, dan 304.511 untuk sentimen negatif.
Sementara Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapat sentimen positif 470.947, dan 204.841 sentimen negatif.
Dalam surveinya, PoliticaWave mengumpulkan data secara realtime dari berbagai media sosial baik Facebook, Twitter, blog portal berita.
Secara total, jutaan percakapan yang terjadi setiap hari direkam, dan dirangkum menjadi grafik-grafik visual yang mudah dipahami dan ditindaklanjuti.
Grafis Politicawave sentimen kandidat capres Pilpres 2019 pacsa-debat kedua, Minggu (17/2/2019) (Politicawave)
Dikutip dari Tribunnews.com, PoliticaWave juga merekam percakapan warganet saat debat kedua berlangsung.
Hasilnya, Jokowi unggul di semua segmen.
"Jokowi unggul di semua segmen, baik dari jumlah percakapan maupun dari sentimen percakapan," kata Nadia Salshabilla, Head of Analytics PoliticaWave, dalam siaran persnya, Senin (18/2/2019).
Menurut Nadia, isu-isu positif Jokowi meliputi hal-hal substansial.
Di antaranya pembangunan infrastruktur, penegakan hukum bagi pelanggar lingkungan hidup, illegal fishing, penenggelaman kapal, dan penurunan impor jagung.
"Isu negatifnya terkait janji impor, klarifikasi soal kebakaran hutan dan konflik agraria," tambah Nadia.
Sementara Prabowo, sentimen negatifnya dianggap teralu sering menyetujui Jokowi dan kurang data.
"Sebagai penantang, Prabowo dianggap kurang terlalu tajam dan bahkan sering menyetujui pernyataan Jokowi. Puncaknya adalah terkait luasnya penguasaan lahan Prabowo dan kurang mengerti mengenai Unicorn," pungkas Nadia.
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, debat kedua dimoderatori oleh presenter Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro, dan membahas soal insfrastruktur, energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, Minggu (17/2/2019).
Diketahui, debat yang terselenggara di Hotel Sultan, Jakarta tersebut akan berlangsung dalam 6 segmen.
Debat dibagi menjadi 6 segmen :
Segmen pertama capres akan menyampaikan visi-misi.
Segmen kedua berupa pendalaman visi dan misi dengan tema infratsruktur, energi, dan pangan.
Segmen ketiga yaitu pendalaman visi-misi capres berkaitan dengan tema sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Sementara segmen keempat merupakan debat eksploratif.
Segmen kelima merupakan debat inspiratif.
Serta segmen terakhir merupakan pernyataan pamungkas.
Daftar nama menteri Prabowo itu viral di media sosial.
Sejumlah nama itu tertulis di kertas yang berisi tulisan tangan, diunggah melalui akun Twitter @jend_sudir atau Jenderal Sudirman pada 14 Februari 2019.
Foto tulisan itu tidak disertai keterangan bahwa itu daftar nama menteri kabinet Prabowo Subianto. Di situ tertulis nama orang dan nama jabatan setara menteri.
Bantah sudah menyusun
Dilansir dari CNN Indonesia, kubu Gerindra membantah sudah menyusun daftar nama menteri.
Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, membantah pihaknya sudah menyiapkan nama-nama untuk mengisi kabinet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno jika menang di Pilpres 2019.
Riza sendiri tertulis bakal menjadi menteri penanggulangan bencana.
"Itu enggak benar," tepis Riza sambil tertawa saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (15/2).
Dia menegaskan pihaknya maupun Prabowo sendiri belum pernah membahas mengenai nama-nama yang akan diberikan posisi menteri dan lembaga tinggi negara. Bahkan, lanjutnya, kriteria calon menteri yang ideal pun belum pernah dibicarakan.
Riza mengatakan pihaknya baru akan membahas nama-nama menteri jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan siapa pemenang Pilpres 2019. Itu pun setelah Badan Pemenangan Nasional (BPN) mengadakan syukuran terlebih dahulu.
"Nanti kalau sudah diputuskan oleh KPU. Menang. Kita sujud syukur dulu, syukuran dulu, evaluasi dulu, baru bicara ke depan. Sebelum bicara menteri, bicara program dulu," tutur Riza.
Berikut nama-nama calon menteri kabinet Prabowo Subianto-Sandiata yang tercantum dalam kertas tersebut:
1. Menteri Penerangan Ahmad Muzani (Gerindra)/Mardani Ali Sera (PKS) /Jansen Sitindaon (Demokrat)/ Gamal Albinsaid (independen)
2. Menteri Dalam Negeri Fadli Zon (Gerindra)
3. Menteri Energi dan sumber Daya Mineral EE Mangindaan (Demokrat)/IzmailMenteri Luar Negeri Fuad Bawazier (Gerindra)/Salim Segaf (PKS)
4. Menteri Pertahanan dan Keamanan Djoko Santoso (Gerindra)
5. Menteri Keuangan Fuad Bawazier (Gerindra)
6. Menteri Komunikasi dan Informatika Dahnil Anzar Simanjuntak / Tifatul Sembiring (PKS)
7. Menteri Penanggulangan Bencana Ahmad Riza Patria (Gerindra).
8. Menko Kemaritiman Hashim Djojohadikusumo / Edhy Prabowo (Gerindra)
9. Menteri Hukum dan Keamanan Budi Waseso (Polri)
10. Menteri Sekretaris Negara Dahnil Anzar Simanjuntak (independen)
11. Menteri Desa , pembangunan. Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Neno Warisman ( independen ) / Djan Faridz (PPP)
12. Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Thomas Djiwandono (Gerindra)
13. Menteri PUPR Rachland Nassidik (Demokrat)
14. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Viva Yoga / Mulfachri Harahap (PAN)
15. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris
16. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Mardani Ali Sera (PKS)
CNNIndonesia.com juga sudah menghubungi Thomas Djiwandono untuk mengonfirmasi kebenaran dirinya sebagai calon menko PMK. Namun, tidak merespons.
Hasil Survei Terbaru Setelah Debat
Penasaran, bagaimana hasil survei Pilpres 2019 terbaru setelah pelaksanaan Debat kedua Capres, Ahad atau Minggu (19/2/2019) malam.
Apakah pasangan Jokowi - Maruf Amin yang unggul atau malah pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno?
Untuk mengetahui lebih jelasnya, baca penjelasan soal hasil survei Pilpres 2019 terbaru setelah pelaksanaan Debat kedua Capres berikut ini.
Bagaimana Debat kedua Capres Jokowi vs Prabowo Subianto yang berlangsung pada Ahad malam mempengaruhi tingkat elektabilitas atau popularitas keduanya?
PoliticaWave merilis hasil survei terbaru popularitas capres di media sosial pasca Debat kedua Capres, Minggu (17/2/2019).
Elektabilitas pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno masih belum bisa menyalip Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin.
Melalui laman resminya, PoliticaWave menyajikan sejumlah survei setelah debat berlangsung.
Di antaranya 'Trend of Awarness', 'Candidate Electability', 'Share of Awarness', 'Share of Citizen', dan 'Sentiment'.
Elektabilitas Kandidat
Dalam kategori elektabilitas, pasangan 01 Jokowi - Maruf Amin masih mengungguli 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Di kategori ini, ditampilkan posisi kandidat dalam sentiment index (Pendapat atau perasaan dari konsumen yang dinyatakan di media sosial), EMSS (Earned Media Share of Voice by Sentiment, diukur dalam konteks kategori suatu produk).
Kemudian 'unique user' (Jumlah orang yang mempercakapkan tentang brand di media sosial, tetapi bukan jumlah percakapannya), dan Buzz (Buzz adalah percakapan yang terjadi atas suatu brand di media sosial).
Kandidat dapat dikatakan baik apabila memiliki sentimen index yang lebih besar daripada kandidat lain.
1. Jokowi - Maruf Amin
Net Sentimen: 677.511
EMSS: 44
Unique User: 198.403
Buzz: 1.286.533
2. Prabowo Subianto - Sandiaga Uno
Net Sentiment: 613.405
EMSS: 56
Unique User: 137.423
Buzz: 1.023.087
Trend of Awarness
Dalam kategori 'Trend of Awareness', Jokowi - Maruf Amin juga lebih unggul dari Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Kategori ini menampilkan jumlah Buzz pasangan calon selama seminggu terakhir, mulai dari 11-17 Ferbruari 2019.
Pasangan Jokowi - Maruf Amin mendapat angka 355.104.
Sedangkan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno atau 02 mendapat angka 325.133.
Share of Awarness
Sementara itu, dalam 'Share of Awareness', Jokowi - Maruf Amin unggul 55,7 persen (1.286.533).
Sedangkan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno memperoleh 44,3 persen (1.023.087).
Dalam kategori itu, ditampilkan persentase Buzz kandidat.
Share of Citizen
Selanjutnya, dalam kategori 'Share of Citizen', Jokowi - Maruf Amin unggul dengan perolehan 59,1 persen (198.403).
Sementara Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapat 40,9 persen (137.423).
Dalam ketegori tersebut, ditampilkan semua 'unique user'.
Sentiment
Terkahir, dalam hal sentimen, Jokowi - Maruf Amin memiliki angka 676.614 untuk sentimen positif, dan 304.511 untuk sentimen negatif.
Sementara Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapat sentimen positif 470.947, dan 204.841 sentimen negatif.
Dalam surveinya, PoliticaWave mengumpulkan data secara realtime dari berbagai media sosial baik Facebook, Twitter, blog portal berita.
Secara total, jutaan percakapan yang terjadi setiap hari direkam, dan dirangkum menjadi grafik-grafik visual yang mudah dipahami dan ditindaklanjuti.
Grafis Politicawave sentimen kandidat capres Pilpres 2019 pacsa-debat kedua, Minggu (17/2/2019) (Politicawave)
Dikutip dari Tribunnews.com, PoliticaWave juga merekam percakapan warganet saat debat kedua berlangsung.
Hasilnya, Jokowi unggul di semua segmen.
"Jokowi unggul di semua segmen, baik dari jumlah percakapan maupun dari sentimen percakapan," kata Nadia Salshabilla, Head of Analytics PoliticaWave, dalam siaran persnya, Senin (18/2/2019).
Menurut Nadia, isu-isu positif Jokowi meliputi hal-hal substansial.
Di antaranya pembangunan infrastruktur, penegakan hukum bagi pelanggar lingkungan hidup, illegal fishing, penenggelaman kapal, dan penurunan impor jagung.
"Isu negatifnya terkait janji impor, klarifikasi soal kebakaran hutan dan konflik agraria," tambah Nadia.
Sementara Prabowo, sentimen negatifnya dianggap teralu sering menyetujui Jokowi dan kurang data.
"Sebagai penantang, Prabowo dianggap kurang terlalu tajam dan bahkan sering menyetujui pernyataan Jokowi. Puncaknya adalah terkait luasnya penguasaan lahan Prabowo dan kurang mengerti mengenai Unicorn," pungkas Nadia.
Sementara itu, diberitakan sebelumnya, debat kedua dimoderatori oleh presenter Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro, dan membahas soal insfrastruktur, energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, Minggu (17/2/2019).
Diketahui, debat yang terselenggara di Hotel Sultan, Jakarta tersebut akan berlangsung dalam 6 segmen.
Debat dibagi menjadi 6 segmen :
Segmen pertama capres akan menyampaikan visi-misi.
Segmen kedua berupa pendalaman visi dan misi dengan tema infratsruktur, energi, dan pangan.
Segmen ketiga yaitu pendalaman visi-misi capres berkaitan dengan tema sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Sementara segmen keempat merupakan debat eksploratif.
Segmen kelima merupakan debat inspiratif.
Serta segmen terakhir merupakan pernyataan pamungkas.

0 Response to "Nama nama calon menteri prabowo beredar di medsos"
Posting Komentar