Mampukah Prabowo Tak Bohongi Masyarakat dengan Janji-janjinya?

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menjawab pertanyaan dalam debat capres pemilu 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019). Dalam debat capres ke-2 ini mengambil tema seputar topik pengelolaan energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Ekonom Rizal Ramli menilai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mampu menepati janji-janji yang disampaikan kepada masyarakat pemilihnya. Lain hal dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menurutnya tidak mampu menepati janji selama periode pertama memimpin negara.

"Pertanyaannya, Prabowo tukang bohong apa ndak? Tukang beri janji-janji palsu apa tidak? Kalau saya lihat karakternya, Prabowo bukan tukang bohong & bukan tukang janji-janji palsu. Rencananya untuk turunkan tarif listrik, harga daging, gula kemungkinan terjadi,” katanya dari akun Twitter @RamliRizal, Jumat (29/3/2019).

Sebelumnya, dalam masa kampanye, Prabowo Subianto berjanji akan segera menurunkan harga barang kebutuhan pokok, diantaranya daging dan telur jika menang dalam pemilihan presiden April mendatang. Janjinya tersebut akan dipenuhi dalam 100 hari pertama sejak dilantik sebagai Presiden RI untuk masa jabatan 2019-2024.

Mantan Pangkostrad ini juga dengan tegas menjanjikan akan menurunkan harga listrik jika terpilih nanti pada program 100 hari kerjanya setelah dilantik.

Sementara, juru bicara tim kampanye pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menunjukkan sederet data tentang perekonomian selama negeri ini dipimpin Presiden Joko Widodo.

Data yang ditampilkan Dahnil Anzar Simanjuntak berupa janji-janji Jokowi ketika masih kampanye di pemilu 2014 yang menurutnya tidak ditepati. Pertama, janji tentang pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen. Kedua, janji dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional periode 2015-2019, yang dinilai tidak sesuai janji.

Selanjutnya, data berupa janji dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional terkait ekspor.

"Berikut janji Pak Jokowi di RPJMN 2015-2019 terkait dengan ekspor (dalam miliar USD) 2015 target 32,30 realisasi 18,57. 2016 target 32,60 realisasi 13,11. 2017 target 15,50 realisasi 15,74. Kinerja ekspor kita terpuruk. Sehingga berdampak pada nilai rupiah," katanya.


0 Response to "Mampukah Prabowo Tak Bohongi Masyarakat dengan Janji-janjinya?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel